Tampilkan postingan dengan label mencari pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mencari pencerahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juli 28, 2011

Hidupku Pasca 22 Juli 2011 - 2 "UNITY"

Beberapa hari lalu 22 Juli - 25 Juli 2011. Tuhan berbicara kepada saya dengan dua buah pesan singkat yang membuat saya hingga saat ini terus merenungkan artinya. Dan puji TUHAN Dialah yang menjawab doa dan kerinduan saya untuk memahaminya sekalipun harus langkah demi langkah.

Pesan-pesan itu adalah :

  • Bebanmu hanya sampai 85

  • Buat mereka mengerti bahwa Aku mengasihi mereka
dan mungkin ini akan menjadi tulisan jurnal berseri terpanjang dalam sejarah blog saya ini. Ingat dan dukung terus saya didalam doa-doa anda agar supaya langkah demi langkah pesan itu menjadi semakin jelas ditangkap artinya didalam langkah demi langkah penulisan jurnal ini.

_________________________________________________


Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Yohanes 17:22-23

Hem bagaimana bisa membuat mereka mengerti bahwa ALLAH mengasihi mereka ? pertanyaan tersebut sering meluncur di benak saya setelah kedua pesan tersebut saya terima. Dan untuk pesan yang pertama, saya memang belum mendapatkan jawabannya, dan yang kedua sudah mulai ada pencerahan. ketika saya menemukan kedua ayat diatas tersebut, saya menjadi semakin yakin bahwa ketika saya mendapat sebuah hadiah buku dari Daniel Agustianus "sahabat saya", dan mulai membaca buku dengan judul "UNITY in the spirit" tulisan Ruth Ruibal, salah satu eksponen yang dipakai ALLAH untuk memercikan api kebangunan rohani besar di Cali Columbia; saya mendapat sebuah kombinasi peristiwa yang memberi pencerahan kepada saya, bahwa kita tidak bisa membuat orang memahami bahwa ALLAH mengasihi manusia, tanpa adanya sebuah KESATUAN terlebih dahulu yang terbangun harmonis diantara tubuh Kristus.

Menjadi satu itu sempurna ! Menjadi satu itu membuat dunia menjadi tahu bahwa kasih Allah bagi manusia itu adalah sebuah hal yang nyata !

bersambung .............


Hidupku Pasca 22 Juli 2011 - 1

Beberapa hari lalu 22 Juli - 25 Juli 2011. Tuhan berbicara kepada saya dengan dua buah pesan singkat yang membuat saya hingga saat ini terus merenungkan artinya. Dan puji TUHAN Dialah yang menjawab doa dan kerinduan saya untuk memahaminya sekalipun harus langkah demi langkah.

Pesan-pesan itu adalah :

  • Bebanmu hanya sampai 85

  • Buat mereka mengerti bahwa Aku mengasihi mereka
dan mungkin ini akan menjadi tulisan jurnal berseri terpanjang dalam sejarah blog saya ini. Ingat dan dukung terus saya didalam doa-doa anda agar supaya langkah demi langkah pesan itu menjadi semakin jelas ditangkap artinya didalam langkah demi langkah penulisan jurnal ini.

_________________________________________________


Setelah 12 tahun lebih mengalami banyak pelatihan dan praktek dan pelatihan dan praktek dan pelatihan lagi dan praktek lagi, ternyata setelah saya renungkan, bahwa didalam setiap keberhasilan kami membawa jiwa kepada Kritus kuncinya adalah pada ketaatan kita untuk mengadopsi dan mempraktekkan kasih ALLAH itu kedalam karakter manusia baru kita dengan sebuah integritas yang tinggi kepada sesama, hal itu tidak pernah ditentukan dari modal keuangan, dukungan team yang besar atau apapun yang berbau materi dan kuasa otoritas manusia.



"LOVE is a universal language, able to break through the barriers of religious differences, culture, mindset, social class, etc." -
by Sonny COB -
community services for the tribe Banyumasan - Indonesia



“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih”
[1Yohanes 4:8]


“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.” [1Korintus 13:4-8]


1 Korintus 13:4-7

[1] sabar, 'makrothumeô'
[2] murah hati, 'chrêsteuômai'
[3] tidak cemburu, 'ou zêloô'
[4] tidak memegahkan diri, 'ou perpereuomai'
[5] tidak sombong, 'ou phusioô'
[6] tidak melakukan yang tidak sopan, 'ou aschêmoneô'
[7] tidak mencari keuntungan diri sendiri, 'ou heautou'
[8] tidak pemarah, 'ou paroxuno'
[9] tidak menyimpan kesalahan orang lain, 'ou logizomai to kakos'
[10] tidak bersukacita karena ketidakadilan, 'ou chairô epi tê adikia'
[11] menutupi segala sesuatu, 'stegô'
[12] percaya segala sesuatu, 'pisteuô'
[13] mengharapkan segala sesuatu, 'elpizô'
[14] sabar menanggung segala sesuatu, 'hupomonê'

bersambung ...